
Hi, hai, halo, assalamualaikum, Salam sejahtera bagi kita semua, Syalom, Oom Swastiastu, Namo Buddhaya, Wei De Dong Tian, Salam kebajikan gaissss. Pertama-tama, kenalin aku Putri Renita dari spulti a.k.a sepuluh tiga anjai cewebewww
Pasti elo smw gk tw yh apa yg mw gue bahas disini, tp gk mungkin kalian gk tw, bikes kalian suda liat judul ny. Tp gapapa, ttp gue kasi tau karena gue baiq haty nan tydack sombonk. JADIIII, disini aku mau bahas penyimpangan sosial yang ada di film “DUA GARIS BIRU”. Pasti kalian udah ga asing kan sama film inii, film ini juga sebenernya film edukasi, jadi kalian jangan sampe salah tangkap + contoh yang ga baik nya yaaa. Be smart!!!
Sebelum ke topik utama, mari kita bahas apa itu penyimpangan sosial.
Penyimpangan sosial adalah perilaku atau tindakan yang dilakukan masyarakat yang tidak sesuai dari aturan dan norma yang berlaku dan telah disepakati oleh masyarakat tersebut. Singkatnya, penyimpangan sosial adalah perilaku yang dianggap buruk oleh masyarakat.
Nah, sampai sini kalian udah paham kan apa itu penyimpangan sosial? Kalo gitu, mari kita simak sinopsis nya!!!
Film ini bercerita tentang sepasang kekasih Dara (Adhisty Zara) dan Bima (Angga Yunanda) yang menjalin asmara di bangku SMA. Mereka tampak sebagai pasangan yang saling melengkapi dan mengisi, meski jauh dari kesempurnaan.
Hubungan mereka yang harmonis dan romantis bahkan mendapat dukungan dari keluarga dan teman-temannya. Pada hubungan yang belum terikat secara hukum legal ini, Dara dan Bima sampai terlewat batas. Dimana mereka bersenggama hingga Dara mengalami kehamilan.
Tak lama kejadian tersebut diketahui pihak sekolah dan memanggil orangtua kedua pihak. Orangtua Dara diberitahu bahwa Dara dikeluarkan dari sekolah. Dara kemudian diusir dari dari dan dipaksa tinggal di rumah Bima. Suatu saat Dara mengetahui rencana orangtuanya untuk menyerahkan bayinya kepada bibi fan pamannya. Di samping itu, orangtua Bima menyarankan mereka untuk menikah.
Setelah pernikahan keduanya Bima bekerja sebagai pelayan di restoran ayah Dara. Di awal pernikahan mereka pula, Dara dan Bima sering berdebat soal ambisi Dara ke Korea dan juga mempersoalkan hidup anaknya kelak.
Akhirnya Dara diizinkan pergi ke Korea setelah melahirkan, dan anaknya diberi nama Adam. Kehidupan rumah tangga kedua pasangan ini menghadapi cobaan berat untuk anak seusia mereka, yaitu sebagai orang tua.

>> Sumber : https://www.suara.com
Oke gaisss, jadi kita udah tau sinopsis film “DUA GARIS BIRU” ini gimana, MAKA DARI ITUU yuk yuukk kita liat apa aja penyimpangan sosial yang ada di film ini. Check it out (♡ ˃ ᵕ ˂ ♡)੭ ⁾⁾
1. Pacaran disekolah

2. Tindik

3. Hubungan intim diluar nikah

4. Menyentak tangan orang tua

5. Melakukan aborsi

Pada film, ditampilkan saat menit ke 25.11 pada saat itu dara & bima ingin melakukan aborsi, namun untungnya niat tersebut mereka urungkan
6. Memarahi anak secara berlebihan

6. Sekamar dengan lawan jenis tanpa hubungan darah & ikatan pernikahan

7. Melakukan pernikahan dibawah umur

Segitu ajaa analis penyimpangan sosial yang ada di film “DUA GARIS BIRU” menurut aku ya gaisss. Mungkin ada perbedaan pendapat dan tambahan kegiatan yang menunjukkan penyimpangan sosial dari kalian. Sebelum blog ini selesaii, aku ada sedikit amanat untuk disampaikan ke kalian semuaa
Kita sebagai manusia tentunya tak luput dari hilaf dan salah, maka dari itu kita harus pandai-pandai mengatur sikap dan perilaku. Membatasi kegiatan yang perlu dibatasi. Selalu ingat bahwa setiap melakukan perbuatan selalu ada konsekuensinya. Meskipun kita berusaha lari dari tanggung jawab, tetapi kita ga bisa lari dari sanksi sosial
Cukup segini dari aku. Maaf, Sorry, Mian haeyo, Gomen’nasai, Lypamai klo ada pemilihan kata yang kurang tepat, typo, blog nya kurang menarik, isinya kurang lengkap. Karna aku FIRST TIME!!!! bikin blog kaya gini, mohon di maklumi ya gaisss. SIYU DADAH BABAIII OLLL. Arigathanks sudah menyempatkan untuk baca blog akuu
Nama : Putri Renita
Kelas : X.3
Mapel : Sosiologi / penyimpangan sosial
Guru pembimbing : Syahrani Effendi S.Sos